22 Oktober empat tahun lalu semua bermula.
Kita, berjalan bersama melewati masa ke-masa.
Dari kelas satu yang apa adanya, tidak tahu apa-apa.
Sampai semua memisahkan kita.
Kita, tiada orang mengira bisa bersama.
Dari kelas satu sampai kelas tiga.
Sampai semua mengambil apa yang kita rasa.
Kita, suka-duka pernah kita rasakan semua.
Dari tertawa bersama, sampai sedih pun berdua.
Sampai yang dititipkan kepada kita diambil empu-Nya.
Kita, begitulah kita.
Tidak banyak yang tahu tentang kita.
Dan sekarang, aku tidak tahu tentang kamu.
Bahagiakah kamu?
Bagiku, tanpa adanya jawaban darimu, aku yakin, kamu bahagia bersama Tuhanmu, Tuhanku.
Sesekali aku menghampiri tempatmu bersemayam.
Kamu tertidur di bawah gelap, bahkan lebih gelap dari malam.
Cahaya bulan tak sedikit pun menerangi tempatmu menunggu berakhirnya zaman.
Empat tahun.
Waktu yang harusnya terasa lama.
Tahun pertama.
Empat puluh hari awal, aku selalu menyempatkan soreku untuk berdoa di peristirahatanmu.
Empat puluh hari awal, aku selalu membiasakan untuk bermunajat di kamarmu lewat sujudku.
Empat puluh hari awal, untuk pertama kalinya aku merasakan kehilangan, lebih dari sekedar kehilangan.
Pun juga tahun-tahun berikutnya, bahkan ketika aku menulis saat ini.
Masih terdapat kamu dalam ingatanku.
Maaf, untuk kamu; seseorang yang berada di sisiku saat ini.
Bukan maksudku membicarakan seseorang di masa lalu, hanya ingatan yang menuntunku.
Ketika sepinya malam menghampiri.
Ketika semua orang sibuk bermimpi.
Tetiba aku memikirkanmu sendiri. Ya, sendiri.
Terkadang, kulewati hanya dengan meratapi.
Atau menulis seperti yang kulakukan saat ini.
Empat tahun yang begitu cepat.
3 comments:
dia bahagia dham pnya kamu , dia pasti bahagia disana .
aku, selalu menengadahkan kepala ketika membaca setiap apa yg kamu tulis tentangnya. menahan air mata. seakan bisa ikut merasakan sesak-kehilangan yg begitu dalam. aku selalu menyukai setiap tulisan tentang dirinya, meski tak pernah benar-benar mengenalnya. tapi kamu sungguh sangat beruntung pernah memilikinya :')
Icha: Thanks for comment on my blog. Thanks juga udah suka sama tulisan tentangnya. Ya ini salah satu caraku untuk mengeluarkan semuanya. Sangat beruntung memang sempat memilikinya, meskipun tidak begitu lama. Bahagialah dia disana. Amin. :))
Posting Komentar