Senin, 10 Desember 2012

Bahagia (?)

Ketika ada yang bertanya kepada saya "Dham, kamu bahagia sekarang?", It makes me confuse to answer. Bahagia seperti apa yang dimaksud, ketika saya jawab "Ya, saya bahagia", tapi apakah level bahagia saya setara dengan orang lain, juga sebaliknya.
Kita ambil contoh, ketika ada seorang miskin ditanya "Apakah bapak bahagia?" dan beliau menjawab "Ya, saya bahagia", apa jawaban tersebut bisa diberikan oleh orang kaya yang baru saja jatuh miskin. Mereka sama-sama miskin, tetapi berbeda keadaan, karena tidak semua orang miskin merasa bahagia, right?

Bahagia menurut saya bersifat relatif bagi setiap pribadi, taraf/level kebahagiaan seseorang berbeda-beda. Ada yang hidup pas-pasan, serba sederhana, berkecukupan, sudah merasa bahagia. Adapula yang bergelimang harta, semua serba ada, tetapi tidak merasa bahagia.
Bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan kepada kita adalah kunci kebahagiaan. Memang bersyukur itu tidak mudah seperti mengatakan "Alhamdulillah", ada hal yang jauh lebih berat daripada mengucapkan Hamdallah, menerima apa yang telah Tuhan berikan, tidak melihat kebahagiaan orang lain sebagai beban. Mungkin banyak dari kita yang hampir sering merasakan hal seperti itu, ketika melihat gadget teman keluaran terbaru, kita jadi merasa "Bagus ya, jadi pengen ganti", padahal gadget kita pun juga keluaran sebelumnya. Ironi memang, tapi begitulah adanya. Saya, kamu, kalian, mereka, pasti pernah atau bahkan sering merasakannya.

Mencoba mensyukuri nikmat yang telah diberikan Tuhan. Melihat diri sendiri, banyak orang yang kehidupannya jauh, bahkan sangat jauh dari kita dan kata layak, tetapi mereka tetap bersemangat untuk melanjutkan hidup, tertawa seakan tidak ada beban di wajah mereka, sedangkan kita hanya sibuk melihat keatas, yang bahkan memaksa pun kita tidak bisa sampai untuk kesana.

Melihat gadget artis ganti-ganti, jadi pengen gadget yang sama seperti artis tersebut. Coba berpikir, apakah kamu juga punya penghasilan 30jt/episode?
Melihat Brad Pitt, jadi pengen punya pendamping kayak Brad Pitt. Coba berpikir, apakah kamu se-sexy Angelina Jolie?
Melihat Pevita Pearce, jadi pindah selera cewek yang kayak Pevita. Coba berpikir, Pevita itu selera semua oranglah.

Be rational, itu juga salah satu cara untuk merasakan kebahagiaan.
Jaga dan syukuri apa yang telah Tuhan berikan, jangan sampai semuanya terlambat, itulah kebahagiaan.
Look in the mirror, and accept what God has given to you, all.

Semoga kita digolongkan orang-orang yang bersyukur atas nikmat-Nya.

0 comments:

Posting Komentar

 
 
Copyright 2011 by Idhamsyah