Kamu, sosok dulu yang ada disampingku. Kini telah berlalu.
Bukan salahmu, begitu juga aku. Memang harus begitu.
Tuhan kita satu, sebagai penentu.
Mungkin bukan yang kita mau.
Apa daya kita tak mampu.
Hai kamu.
Yang melihatku di atas langit biru. Disini ku sendiri tanpamu.
Sesekali ku menangis karenamu.
Mungkin ini inginmu.
Dengan begitu kamu tahu aku tetap memikirkanmu.
Di setiap waktuku.
Terdiam duduk di sudut kamar.
Mengingatmu dengan samar.
Tak tahu apa maksud dari Tuhan.
Mengambil tak perlahan.
Kamu.
Bahagiaku ada di kamu.
Namun lebih bahagia disana, untukmu.
Sambil menunggu berakhirnya waktu.
Betapa angkuhnya sang waktu.
Tak inginkan aku selalu di sampingmu.
Aku yang pernah kehilangan.
Memang, tak selamanya tangan ini mendekap tangannya.
Tak selamanya mata ini melihat senyumnya, dan apa memang harus secepat ini, Tuhan?
Aku tahu, semua kuasa ada pada-Mu. Semua akan kembali pada-Mu.
Aku tidak menyesal akan hal itu.
Aku bersyukur kepada-Mu, sempat memiliki dia yang terbaik dalam hidupku, menjadi bagian terakhir dalam hidupnya sebelum semua.
Beri dia kebahagiaan Tuhan.
Tempatkan dirinya di tempat indah-Mu setelah berakhirnya zaman.
Aku tak tahu pastinya, hanya biasa disebut, Surga.
Aku yang pernah kehilangan.
Memang, memintanya kembali adalah sebuah angan.
Jiwa telah berpisah dengan raga, itu sudah jalannya.
Dimana dia sekarang? Aku tak tahu.
Mungkin di langit malam, bersanding dengan cahaya bintang, aku tetap tak tahu.
Yang aku tahu hanyalah dia tetap bersamaku.
Memandangi setiap langkahku.
Memandangi setiap tangisku, untuknya.
Tanpa ku tahu, mungkin dia ingin menghapus air mata karenanya di pipiku.
Tapi tanganya terlalu dingin, terlalu hampa.
Dia tak bisa, sama sekali tak boleh.
Fotonya.
Memandangi dengan sisa-sisa airmata di pelupukku, tapi tak mengurangi sesak di dada.
Bahkan semakin sakit, terlalu rapuh diri ini melihatnya.
Setiap do'aku terdapat namanya.
Mungkin cara agar dia tahu.
Aku tetap mengingatnya.
Selalu, di hidupku.
Jika ingin mendengar versi soundcloudnya. Bagus banget.
Karya @pittriy - Not a Loss.
Rabu, 15 Agustus 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 comments:
Posting Komentar