Sabtu, 24 November 2012

Sedih yang menyesakkan

Pernahkah kamu merasakan sedih yang menyesakkan? — Sedih dimana kamu tidak tahu pasti penyebabnya, tiba-tiba merasa sesak, dan tak tahu apa peredanya.

Pernahkah kamu merasakan sedih yang menyesakkan? — Ingin bercerita, tapi tak tahu apa yang harus diceritakan. Tapi bila dibiarkan, semakin sesak yang dirasakan.

Pernahkah kamu merasakah sedih yang menyesakkan? — Dimana sepanjang malam hanya kamu habiskan untuk mengenang, bahkan tak ada bayangan.

Bahkan,

Apa kamu pernah terbangun dari tidurmu dalam keadaan menangis? Tidur—mungkin bermimpi—hingga menangis, dan ketika bangun masih dalam keadaan menangis, masih dalam keadaan. Sounds bad.

Rentetan kesedihan yang menyesakkan.
Tuhan memberi kesedihan pasti beralasan.
Entah penguat imam, atau pengingat ketika kamu terlalu jauh dengan Tuhan.

Di setiap kesedihan pasti ada hikmah, kan?
Tidak ada hal—bahkan sekecil apapun hal itu—yang diciptakan Tuhan tanpa manfaat dan alasan.

Semua pasti pernah jatuh dalam kesedihan.
Bangkit dan kembalilah berjalan.
Ingat, kamu tidak sendirian.

6 comments:

lala mengatakan...

Things happen for a reason. ynwa

Syahdham mengatakan...

Walaupun alasannya tidak jelas. Yah, you never walk alone.

Amelia mengatakan...

Aku pernah mengalami ini.
Saking hafal rasanya sampe jadi linglung. :'D

Syahdham mengatakan...

-Amel: Hmm.. Sabar ya, Kak. Hidup memang kejam— All is fair in love and war. Pfftt.

Amelia Wardany mengatakan...

Hal yang paling menyiksa adalah ketika selalu memimpikan hal yang tidak kita inginkan. Mimpi itu selalu datang di setiap terlelapku. Tanpa ampun, menghabisi nyenyakku. Dan ketika terbangun, aku mendapati bantalku dalam kondisi basah. Nyaris di setiap tidurku. :'))

Syahdham mengatakan...

Berdamailah, bukan melupakan.
Lihatlah Sekar, yang merelakan Tegar berlari mengejar Rosie pada hari pernikahannya. Ambil pelajaran, kita tidak bisa memiliki sesuatu yang bahkan kita paksa pun tidak akan sampai.

Posting Komentar

 
 
Copyright 2011 by Idhamsyah