10 November setiap tahunnya diperingati Hari Pahlawan, tapi di sini saya tidak akan menuliskan sejarah 68 tahun silam. Saya berniat untuk menuliskan sejarah yang baru saja dibuat oleh teman-teman @StandUp_10Nop Surabaya. Sedikit flashback, @StandUp_10Nop adalah komunitas stand up comedy yang dibentuk oleh mahasiswa kampus ITS, awalnya bernama @StandUp_ITS tapi kemudian terdapat perubahan pada nama mereka. Entah apa alasannya. Name is just a name, right?
Tepat pada tanggal 10 November 2013, mereka membuat acara komunitas yang biasa disebut StandUpNite atau biasa disingkat SUN. Acara ini dalam stand up comedy termasuk acara stand up show di mana untuk masuk ke dalam venue penonton harus membeli tiket, dan komika yang tampil sudah siap dengan materi yang sudah dicoba di open mic.
Di atas saya menyebutkan mereka telah membuat sejarah, memang benar. Mereka menjadi komunitas stand up comedy kampus pertama di Surabaya yang mengadakan StandUpNite. Kalau saya boleh berpendapat, mungkin mereka menjadi satu-satunya komunitas stand up comedy di Surabaya yang membuat StandUpNite, melihat komunitas kampus yang lain sepertinya sudah tidak aktif lagi.
Okay, let's talk to the point.
Saya suka dengan konsep awal acara, di mana diputarnya pidato Bung Tomo dan kemudian dilanjutkan dengan lagu dari Noah—saya kurang tahu apa judulnya. Kerennya adalah konsep lampu ruangan yang mati-hidup yang sesekali saya lihat sesuai dengan dentuman lagu yang saya dengar. The lights such as swaying with the song, I guess.
Here we go, tidak lama setelah pidato dan lagu dari Noah diputar, datang dari belakang penonton @MasWiraaa yang saat itu didaulat sebagai Master of Ceremony. Saya sedikit tidak paham dengan apa yang dilakukannya di depan panggung pada awal acara, sepertinya dia berdo'a, but whatever what he did. Dia berhasil membawa suasana dengan lancar dan seru. Honestly, thank you for not talk too much, and not want to be seen as much. Ketika satu komika turun, tidak terlalu panjang lebar untuk memanggil komika selanjutnya. Good lah.
And now the performers. Saya tidak mau terlalu spoiler materi mereka. Ini yang bisa saya tulis.
1. @pep3ng. | Ketika pertama kali naik panggung, tanpa mengeluarkan kata pertama, penonton sudah tertawa melihat dia. Dengan warna kulit yang gelap, itulah modal awal mendapatkan tawa apalagi dengan tidak tahu dirinya, dia menyebut dirinya mirip dengan Vino G. Bastian. Saya suka dengan jokes-nya tentang rokok yang dilanjutkan dengan keresahan dia tentang kenakalan remaja setelah merokok, seperti mabuk dan drugs.
2. @jhovanaja. | Pertama saya ucapkan semoga Ibunda-nya cepat sembuh. Jokes favorit saya adalah tentang pengamen di dalam bus yang doanya tidak sesuai dengan agama yang dianutnya. Over all sih saya terhibur dengan penampilannya.
3. @AfaniRomaA. | Banyak yang tertipu ketika komika ketiga ini naik. MC memperkenalkan kalau penampil selanjutnya adalah wanita dan bernama Fani, tetapi ketika sudah di panggung ternyata pria. Nama yang fenimin untuk seorang pria. Jokes-nya tentang kampus ITS dan segala isinya berkerja dengan baik. No doubt lah.
4. @rhatna_Becak. | Ini adalah satu-satunya wanita dari 10 penampil. Wanita berhijab, berbicara tentang hijab yang asumsi saya, dia menyampaikan melencengnya esensi hijab dari esensi sebenarnya. Agak sok tahu, tapi itu yang saya tangkap. Saya yakin, kalau wanita yang tampil, modal cerewet sudah pasti lucu. Penampilannya keren.
5. @adeehade. | Komika pendiam, keren banget penampilannya. Jokes tentang bicara dengan sepeda itu, what the fuck is going on? Setiap orang memiliki jiwa pahlawan dalam dirinya, balik ke personal masing-masing, mau tidak membangunkan pahlawannya sendiri. Nice quote on the last, I think.
6. @ulinlinu. | Membuka dengan bahasan tentang pahlawan, dan kemudian dilanjut dengan berbicara soal "mantan". Saya suka analogi tentang wanita galau dengan pita kaset, emas. Bahasan soal Ibu, apalagi rentetan kalimat di belakang set-list, itu keren.
7. @Karjokarjo. | The last performer from @StandUp_10Nop. Berbicara tentang kehidupan sehari-hari. Materinya berisi hal yang sebenarnya kita tahu, tapi hanya lewat begitu saja, tapi dia bisa notice akan hal itu. Materi tentang lampu sein. Keren lah.
Seven heroes from @StandUp_10Nop have performed. Now we turned on the guest star.
@arif_alfiansyah. | Mungkin saya dan yang lain sepakat kalau Arif mejadi Most Valuable Player malam itu, bukan bermaksud mengecilkan yang lain tentunya. Dengan materi tentang toilet dan segala kegiatannya, Arif delivered his routine with great power and amazing act-out. He was awesome.
@topenk_enk. | Seperti biasa, tidak usah diragukan lagi. Topenk ini bicara asal bicara saja pasti lucu. Berbicara tentang desa Bodag di mana itu tempat dia berasal, lengkap dengan permainan masa kecilnya, sampai toilet di sana. Walaupun penampilan Topenk sedikit tertutup dengan penampil sebelumnya, saya rasa penonton puas dengan penampilannya.
@notaslimboy. | Entah apa yang ada dipikiran Sammy sehingga dia bisa menyajikan sesuatu yang awalnya berat dan sensitif, menjadi sesuatu yang bisa ditertawakan. Yang saya tidak habis pikir tentang materi anak tukang kayu, kena banget itu.
---
Kurang-lebihnya dari acara #SUN1StandUp10Nop, saya tahu kerja keras di setiap lini dari kepanitiaan acara tersebut, dan ketika sukses menampilkan suguhan yang menuai banyak pujian, I think, it's worth it.
Selamat, sekali lagi.
0 comments:
Posting Komentar